Snowdrop, Akhir Kisah yang Tertebak

Posting Komentar

Penggemar genre drama Korea dengan konten sengkarut Politik Korea Utara - Korea Selatan pasti selalu bisa menebak ending ceritanya.

Source: jawapos.com


Salah satu tokoh utama mati kalau melibatkan kisah asmara, atau kemenangan berada pada pihak Korea Selatan. Rata-rata seperti itu, kecuali Crash Landing on You yang gak jelas. 

Setelah mabok genre Saeguk dan gemas dengan tempo Our Beloved Summer yang kaleem banget akhirnya tergoda nonton Snowdrop. Drama berlatar akhir tahun 1980 an, saat Korea Selatan sedang gencar-gencarnya membasmi gerakan Kiri dan para aktivis pro-demokrasi. Seperti di drama Youth of May dan beberapa scene When My Love Blooms, penonton dimanjakan dengan style vintage para remaja dan ibu-ibu pemerannya.

Drama berkisah tentang Im So-Hoo (Jung Hae-In), seorang spy Korea Utara yang masuk ke Korea Selatan menggunakan identitasnya sebagai mahasiswa S2 yang berkuliah di Jerman. Dia menjalankan misi Utara, yang ternyata untuk mempermudah jalannya pemilu di Korea Selatan. 

Sebuah ide kencan buta dari Oh Gwang-tae yang baru lulus PNS, akhirnya mempertemukan Im So-Hoo dengan Eun Young-Roo (Ji-Soo black pink). Mereka awalnya belum berpasangan di kencan buta tersebut, tapi kemudian sempat ketemu lagi di sebuah toko buku saat so-Hoo sedang bertugas. Takdir mereka untuk bertemu berlanjut saat So-Hoo menjadi buron setelah menculik seorang profesor, lalu tak sengaja malah masuk ke asrama wanita Hosu tempat Young-roo tinggal. Mereka berdua kemudian terlibat perasaan suka sama suka. 

Khas drama korea biar tampak dramatis, So-hoo yang terluka kebetulan pingsan di kamar Young-roo. Lalu dia dan ketiga teman kamarnya akhirnya merawat So-hoo secara sembunyi-sembunyi dan diketahui oleh seorang penjaga asrama. Pendek cerita, So-Hoo berhasil dikeluarkan dari asrama wanita, tapinya eh balik lagi gara-gara pas lagi menjalankan misi lagi-lagi hampir tertangkap di dekat asrama itu.

So-hoo yang hampir terkepung oleh intelijen Korea Selatan malah disusul dua intel Korea Utara lainnya, lalu terjadilah insiden penyanderaan mahasiswa di dalam asrama Hosu. Hampir sepuluh episode drama hanya berpusat pada satu latar ini. Dimulai dengan para intel Korut yang frustasi, mulai lobi-lobi eh malah ketemu mata-mata Korut lainnya, Kang Cheong-ya (Yoo In-na),  yang ternyata pacarnya semacam sekertaris badan intelijennya Korea Selatan. Intel Korsel yang kebetulan disandera malah akhirnya diajak kerjasama karena so-Hoo terdesak, pihak utara ingin menghabisinya.

Di setting ini malah banyak hal yang ngeselin, semua tokoh-tokoh dewasa kayak kepala asrama, tukang masak, penjaga asrama semuanya malah mata-mata baik punya Korsel ataupun Korut. Mungkin pada masa itu kampus bisa menjadi pusat informasi-informasi terbaru dan terpercaya, makanya banyak mata-mata disana. 

Adegan-adegan mesra si dua tokoh utama ini hampir gak ada, kecuali hal-hal kecil misal kayak So-Hoo ngobatin tangan Young-Roo atau so-Hoo mendengarkan rekaman kaset saat Young-Roo merasa jatuh cinta, sebelumnya Young-roo merawat so-Hoo dengan sembunyi-sembunyi, tapi gatau kenapa drama gak membosankan meskipun hanya satu latar tempat saja. Mungkin memang karena magnet dari Jung Hae-in dan Ji-soo yang totalitas dalam perannya. 

Akhir cerita So-Hoo yang udah berhasil kabur dengan Kang Cheong-ya malah balik ke asrama lagi. Dia mau menyelamatkan Young-Roo. Semua sandera yang ada di asrama sudah hampir berhasil dimobilisasi saat So-Hoo kembali, disaat yang sama semacam satgas pengendali terorisnya berhasil masuk asrama. Akhirnya So-Hoo tertembak dan disaksikan olah Young-roo yang gak mau ikut sandera-sandera lain yang udah berhasil keluar asrama. Keseel.

Drama ini sebenarnya agak gagal menggambarkan setting akhir 80an. Selain kostum, sarana pendukung dan potongan-potongan mahasiswa demo tidak ada yang berbeda dari gambaran kota Seoul. Drama lain seperti Youth of May dan beberapa potongan kisah When My Love Blooms malah lebih kental nuansa tahun 1987anya. Mungkin karena agak kurang greget soal narasi yang ingin diangkat jadi dramanya hanya seperti drama cinta-cintaan biasanya. 

Tapi karena Hae-in dan Jisoo ini chemistrynya kuat, tetap merasa banyak manis-manisnya, jadi dijamin tetap betah nonton hingga akhir episode lah. 

Happy Satyani
Saya Happy, ngeblog sejak 2009, beberapa tulisan saya ada di portal jurnalisme warga: https://www.kompasiana.com/happyari https://balebengong.id/author/happy-ari/
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar