Memilih Mutiara Lombok

 Awal Juli lalu aku pergi ke sentra penjualan mutiara di bilangan Jalan Sultan Kaharudin-Sekarbela-Mataram. Sepanjang jalan ini banyak toko emas dan mutiara dari mulai ruko-ruko menjelang masuk di jalanan ini, hingga toko rumahan.

Tempat ini sebenarnya dekat sekali dengan kos, dan merupakan jalan yang sering dilewati saat pulang kerja atau berangkat-pergi kencan dan jalan-jalan selama setahun kemarin. Hanya saja sebelumnya memang tidak pernah mampir. Berhubung hari itu H-2 kepulangan saya ke Bali, dan kanjeng mami sejak awal aku kerja di Lombok bilang ingin sekali dibelikan anting-anting mutiara jadilah hari itu disempatkan cari Mutiara Lombok.

[caption id="" align="alignnone" width="3000"]Ini contoh mutiara laut Mutiara air laut[/caption]

Dulu sekitar tahun 2013, saat pertama melancong ke Lombok pernah membeli satu set mutiara di dekat Mall lama di daerah Cakra. Waktu itu diantarkan teman di toko oleh-oleh, satu set mutiara lombok dihargai sekitar seratus lima puluhan ribu. Pada saat itu aku sekaligus beli gelang mutiara tiga puluhan ribu yang tampak lucu dirangkai-rangkai. Tapi ternyata pengalaman beli mutiara saat itu tidak mengedukasiku sama sekali dalam hal jual-beli mutiara.

Jadi, hari itu aku kembali dari kantor pos mengirim beberapa barang yang tidak muat lagi diangkut kalau menggunakan motor untuk pulang ke Bali. Aku dengan asal saja masuk ke salah satu toko emas dan mutiara. Seorang perempuan sekitar umur tiga puluhan menyambut dan menanyakan akan mencari mutiara yang seperti apa. Aku bingung, lalu aku jelaskan kalau belum pernah punya pengalaman membeli mutiara, jadi kurang tahu. Kemudian aku menunjuk salah satu model anting-anting yang katanya itu jenis mutiara air tawar dengan antingnya terbuat dari bahan perak, harganya sekitar seratus ribuan. Kemudian aku memilih lagi mutiara air tawar dengan anting berbahan Rhodium, maksudnya disepuh dengan rhodium.

Jadi menurut penjelasan si pedagang ada beberapa jenis kerang yang dijual pengrajin di Lombok yaitu Mutiara Air Laut, Mutiara Air Tawar dan mutiara pabrikan yang mereka sebut sebagai Shell. Penjual yang kukunjungi ini kebetulan cukup ramah, showroom emas dan mutiara nya tidak terlalu luas, hanya ruangan 3x3 M menurut perkiraanku, tapi cukup puas membeli disana dengan detail penjelasannya. Penjual menjelaskan juga cara memilih mutiara Lombok dengan melihat tampilan mutiara. Mutiara Air Laut adalah jenis yang cukup mahal, tidak dijelaskan mengapa, mungkin dari segi budidayanya yang susah. Jenis ini dibandrol dengan harga diatas seratus ribu hingga tiga ratusan ribu untuk bahan aksesoris non-emas, jadi tergantung jenis bahan aksesoris yang dipilih. Untuk aksesoris emas dengan hiasan mutiara ini sekitar satu jutaan untuk berat emas 22K satu gram lebih. Mutiara Air Laut dapat dilihat dari bentuknya yang tidak beraturan dibanding jenis mutiara lain. Mutiara air laut ini kalau tergesek tidak akan membekas atau membentuk garis. Warna untuk mutiara air laut biasanya berwarna alam, cenderung gelap dan tidak menarik.

[caption id="" align="alignnone" width="1696"]Ini bonus dari penjualnya Mutiara pabrik[/caption]

Kedua, ada mutiara air tawar, jenis ini warnanya lucu-lucu karena mudah diberikan pelapis warna, biasanya warna-warna pastel. Bentuknya juga sama beragamnya, bisa dipasangkan dengan aksesoris perak, rhodium, tapi mungkin sayang ya kalau dipakai untuk emas. Bentuk bulatannya lebih teratur, katanya sih bisa dibentuk-bentuk pada saat budidayanya. Cuma belum bisa bayangin bagaimana budidayanya sih. Harganya lebih murah dibanding dengan mutiara air laut. Oh, ya untuk jenis mutiara air tawar ada juga yang kualitas super, harganya tidak beda jauh dengan mutiara air laut. Jenis yang super itu memang lebih cantik juga sih, mirip dengan mutiara air laut. Katanya jenis tersebut memang pada saat budidayanya kualitasnya lebih bagus dibanding mutiara air tawar lainnya.

Ketiga, mutiara buatan pabrik, para penjualnya menyebutnya shell. Jenis ini bentuknya semua sangat teratur, karena dicetak-cetak kan pastinya. Warnanya dibuat semirip mungkin dengan warna-warna alam mutiara maupun di cat warna-warna pastel. Harga ini tentu saja paling murah, hanya tiga puluh ribuan. Penjual mutiara bilang, banyak orang yang tidak paham dan memutuskan membeli mutiara dengan kualitas ini. Pada akhirnya mereka kecewa dan tidak mau menggunakan mutiara lagi.

Setelah bingung memilih setengah jam lebih dan maghrib telah tiba, akhirnya memutuskan membeli anting-anting berbahan rhodium untuk ibu dengan kerang air laut berwarna kuning yang cukup cantik dan liontin berbahan yang sama untuk bulek. Bahan Rhodium ini katanya tidak akan mudah berubah hitam, jadi akan bisa dapat digunakan untuk jangka waktu yang lama. Berhubung baru mengunjungi toko mutiara pas udah mau balik banget, tabungan juga cekak, jadi gak kuat belikan yang emas :-D Dua aksesoris tersebut semuanya seharga Rp 375.000. Mutiara ini memang tidak dapat dijual lagi, aksesorisnya pun demikian, tetapi bisa dipindah ke aksesoris lainnya atau bisa disepuh lagi apabila aksesoris berubah warna. Untuk penyepuhan, bisa dibawa kembali ke toko dan disepuh dengan gratis atau disepuh di toko emas terdekat.

Sebenarnya saat itu pengen beli gelang mutiara lagi <dulu pernah punya, beli sendiri dan dibelikan teman> tapi sudahlah, nanti mudah-mudahan bisa main lagi ke Lombok. Jadi demikian informasi singkat pilah-pilih Mutiara Lombok, biar aware kalau ada yang mau beli, apalagi beli online.

Happy Satyani
Saya Happy, ngeblog sejak 2009, beberapa tulisan saya ada di portal jurnalisme warga: https://www.kompasiana.com/happyari https://balebengong.id/author/happy-ari/

Related Posts

Posting Komentar